Aluminium tidak bisa berkarat seperti besi, tetapi bisa mengalami korosi. Perbedaan utamanya: karat besi bersifat merusak dan terus menyebar, sedangkan aluminium membentuk lapisan pelindung alami yang justru mencegah kerusakan lebih lanjut.

🔬 Mengapa Aluminium Tidak “Berkarat”?

Besi berkarat karena bereaksi dengan oksigen dan air menghasilkan zat cokelat kemerahan yang rapuh dan mudah terkelupas. Aluminium juga bereaksi dengan oksigen, tetapi hasilnya berbeda: ia membentuk lapisan tipis aluminium oksida (Al₂O₃) yang sangat rapat dan menempel kuat pada permukaan logam . Lapisan ini hanya setebal beberapa nanometer, tetapi berfungsi sebagai “perisai” yang mencegah oksigen dan air mencapai logam di bawahnya .

Lapisan oksida ini terbentuk sangat cepat, bahkan dalam hitungan detik saat aluminium baru terpapar udara. Jika lapisan ini tergores, lapisan baru akan segera terbentuk kembali, sehingga aluminium memiliki sifat “self-healing” yang tidak dimiliki besi.

⚠️ Kapan Aluminium Bisa Mengalami Korosi?

Meskipun tahan terhadap karat, aluminium tetap bisa mengalami korosi dalam kondisi tertentu. Berikut adalah pemicu utamanya:

1. Paparan Lingkungan Basah dan Polutan
Korosi atmosferik pada aluminium umumnya sangat lambat. Di lingkungan pedesaan, laju korosinya hanya sekitar 0,03 µm per tahun . Namun, di lingkungan industri atau pesisir dengan garam dan polutan, laju korosi bisa meningkat. Garam (klorida) dapat memicu pitting corrosion atau lubang-lubang kecil pada permukaan aluminium .

2. Kontak dengan Bahan Alkali Kuat
Aluminium rentan terhadap lingkungan dengan pH tinggi (basa). Contoh paling relevan untuk konstruksi: beton basah. Semen Portland yang belum mengering sempurna menghasilkan kalsium hidroksida yang sangat basa, yang dapat menyebabkan aluminium retak atau terkorosi jika bersentuhan langsung . Karena itu, penting untuk memastikan kusen aluminium tidak tertanam langsung dalam adukan semen basah saat pemasangan.

3. Kontak dengan Logam Berbeda (Korosi Galvanik)
Jika aluminium bersentuhan langsung dengan logam yang lebih mulia (seperti besi atau tembaga) dalam kondisi basah, aluminium bisa berperan sebagai anoda dan terkorosi lebih cepat. Pastikan aksesoris dan baut yang digunakan kompatibel atau diberi lapisan isolasi.

🛡️ Perlindungan Tambahan untuk Kusen Aluminium di Solo

Untuk aplikasi kusen di rumah, aluminium yang digunakan umumnya sudah melalui proses finishing seperti anodizing atau powder coating. Lapisan ini memberikan perlindungan ekstra dan menjaga tampilan agar tetap mengkilap atau berwarna sesuai keinginan.

Finishing anodizing terbukti secara ilmiah dapat mencegah korosi lokal dan mempertahankan penampilan aluminium, bahkan di atmosfer yang cukup agresif . Sementara powder coating memberikan lapisan polimer yang lebih tebal dan tahan gores, sekaligus menjadi barrier fisik terhadap air dan polutan.

💎 Kesimpulan untuk Pemilik Rumah di Solo

Aluminium adalah pilihan yang sangat tepat untuk iklim tropis lembap seperti Solo karena tidak akan berkarat dan tidak lapuk. Kalaupun terjadi korosi permukaan, sifatnya cenderung kosmetik (muncul bercak atau lubang kecil) dan tidak merusak struktur seperti karat pada besi. Dengan memilih produk yang memiliki finishing berkualitas (anodizing atau powder coating) dan pemasangan yang benar (tidak kontak langsung dengan semen basah), kusen aluminium Anda akan bertahan puluhan tahun tanpa perawatan berarti.

Apakah Anda sedang mempertimbangkan aluminium untuk area tertentu di rumah, seperti kamar mandi atau fasad yang sering terkena hujan? Mengetahui lokasinya bisa membantu menentukan jenis finishing yang paling sesuai.

Categorized in: